Bisnis.com, JAKARTA — Serangan malware, termasuk ransomware, dinilai akan terus membayangi industri sektor keuangan. Hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi penghambat masifnya serangan siber ke sektor kritikal tersebut. Adapun perputaran uang yang besar menjadi salah satu alasan utama peretas membanjiri sektor keuangan dengan serangan dan tidak akan berhenti.
Similar Posts
Bandung dan Semarang naik jadi lima besar asal ancaman siber Indonesia
Jakarta (ANTARA) – Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah…
WhatsApp uji fitur baru, penggunanya bisa kirim pesan tanpa ponsel – Bagaimana caranya?
Saat ini, aplikasi WhatsApp bergantung pada ponsel pengguna. Sehingga, jika…
BSSN Sebut Setengah Juta Serangan Siber Terjadi Tiap 1 Jam
JawaPos.com – Data menunjukkan setiap jam rata-rata terjadi setengah juta…
Hingga Juli 2018, Sudah Ada 668 Kasus Kejahatan Siber
YOGYA – Menurut Identity Theft Resource Center (ITRC),sampai bulan Juli…
Kejahatan Siber Melalui Spam Semakin Kreatif
Jakarta – Spam menjadi salah satu cara oknum penjahat siber…
Vimanamail Hadir untuk Berikan Perlindungan Lebih Email
SUBANG – PT Prosperita Mitra Indonesia sebagai distributor Eset Indonesia…

