Bisnis.com, JAKARTA — Serangan malware, termasuk ransomware, dinilai akan terus membayangi industri sektor keuangan. Hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi penghambat masifnya serangan siber ke sektor kritikal tersebut. Adapun perputaran uang yang besar menjadi salah satu alasan utama peretas membanjiri sektor keuangan dengan serangan dan tidak akan berhenti.
Similar Posts
Survei: Penipuan Belanja E-Commerce Paling Marak di Indonesia
Suara.com – Penipuan online menjadi kategori kasus terbesar kedua di…
Serangan Virus Ransomware Wannacry Gegerkan Dunia
JawaPos.com – Selama 2017 dunia dihebohkan dengan serangan virus ransomware….
Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan, Hotel Wajib Mengikuti Perkembangan Teknologi Digital
SEMARANG, suaramerdeka.com – Tingkat persaingan bisnis perhotelan saat ini sangat…
Ngeri! Tiap Detik Ada 22 Serangan Siber ke Indonesia
Jakarta – Selama paruh pertama 2023, ada 347 jutaan serangan…
Jumlah Korban Ransomware pada 2025 Naik 40 Persen, Ini Kelompok Hacker Paling Berbahaya
Liputan6.com, Jakarta – Lanskap keamanan digital memasuki babak baru yang…
BSSN Sebut Setengah Juta Serangan Siber Terjadi Tiap 1 Jam
JawaPos.com – Data menunjukkan setiap jam rata-rata terjadi setengah juta…

