TEMPO.CO, Jakarta – Ransomware masih menjadi salah satu ancaman yang menakutkan bagi masyarakat. Khususnya buat para profesional IT pada organisasi pemerintahan maupun swasta yang dalam operasionalnya melakukan pengumpulan data pribadi. Ransomware kini tidak hanya mengenkripsi, tetapi mereka juga mengeksfiltrasi data lalu meminta tebusan dalam pemerasan ganda. Menurut Yudhi Kukuh, Founder AwanPintar.id/CTO Prosperita, saat ini ada ransomeware modern. “Ada developer, seorang programer ransomware, lalu pihak yang membiayai operasional dan orang yang menyebarkan,” kata Yudhi di Shangri-La Hotel Jakarta. Kelompok inilah yang bisa disebut segitiga permasalahan dari sebuah ransomware.
Similar Posts
Campus Security Day ITI dan Prosperita-ESET
Rabu, 21 November 2024, Program Studi Teknik Informatika ITI bersama…
Protes Bendera Terbalik, Hacker Incar Situs Lemah di Malaysia
Jakarta, CNN Indonesia — Pengamat keamanan menilai situs pemerintah Malaysia…
Jadi Ancaman Serius, ESET Ungkap Modus Terbaru Ransomware Berbasis AI
JAKARTA – ESET Research merilis laporan terbaru ESET Threat Report…
ESET Bongkar Fakta Mengerikan: Ransomware Berbasis AI Sudah Beroperasi, Indonesia Terancam
PIKIRAN RAKYAT – ESET Research telah merilis laporan terbaru ESET…
Kisah Bangkit dan Runtuhnya Lumma Stealer Akibat Doxing dan Operasi Polisi
Jakarta: Dunia kejahatan siber (cybercrime) ternyata memiliki drama internal yang…
Mengenal Jenis Vektor yang Digunakan Ransomware untuk Menyusup
Hampir semua bisnis dari berbagai skala menanggung beban ancaman yang…

