TEMPO.CO, Jakarta – Ransomware masih menjadi salah satu ancaman yang menakutkan bagi masyarakat. Khususnya buat para profesional IT pada organisasi pemerintahan maupun swasta yang dalam operasionalnya melakukan pengumpulan data pribadi. Ransomware kini tidak hanya mengenkripsi, tetapi mereka juga mengeksfiltrasi data lalu meminta tebusan dalam pemerasan ganda. Menurut Yudhi Kukuh, Founder AwanPintar.id/CTO Prosperita, saat ini ada ransomeware modern. “Ada developer, seorang programer ransomware, lalu pihak yang membiayai operasional dan orang yang menyebarkan,” kata Yudhi di Shangri-La Hotel Jakarta. Kelompok inilah yang bisa disebut segitiga permasalahan dari sebuah ransomware.
Similar Posts
Tren Kejahatan Cyber di 2015
Jakarta – Kejahatan cyber atau dunia maya dari tahun ke…
Ngeri! Tiap Detik Ada 22 Serangan Siber ke Indonesia
Jakarta – Selama paruh pertama 2023, ada 347 jutaan serangan…
Cara Aman dari Gangguan Hacker Saat Pakai Video Call Zoom
Jakarta, CNN Indonesia — Popularitas layanan video call Zoom akibat…
Update Antivirus Tidak Perlu Sering
JAKARTA, KOMPAS.com – Setiap saat, virus komputer tak pernah jemu…
Cegah Hilang Data dari Mantan Karyawan
Bagi perusahaan, saat karyawan berhenti bekerja, mereka akan kehilangan sebagian…
RI Jadi Negara dengan Ancaman Spam Terbesar di Dunia, 15 Serangan per Detik
Bisnis.com, Jakarta – Indonesia ditempatkan sebagai ‘sarang’ serangan spam dan…

