Jakarta – Ancaman siber global memasuki fase baru yang jauh lebih berbahaya. Jika sebelumnya kecerdasan buatan hanya dipandang sebagai alat bantu produktivitas, kini teknologi tersebut justru dipakai oleh pelaku kejahatan digital. Temuan ini terungkap dalam laporan terbaru ESET Threat Report H2 2025, yang merangkum lanskap ancaman siber periode Juni hingga November 2025.
Similar Posts
Perusahaan Antivirus ESET Optimistis Potensi Pasar Indonesia
Semarang, Antara Jateng – Perusahaan perangkat lunak antivirus PT Prosperita…
Protes Bendera Terbalik, Hacker Incar Situs Lemah di Malaysia
Jakarta, CNN Indonesia — Pengamat keamanan menilai situs pemerintah Malaysia…
Modus Baru Penipu NFC Kuras Rekening di ATM, Waspada!
Jakarta, CNBC Indonesia – Pencurian siber punya modus baru untuk…
Malware Curi Password di Server Linux
KOMPAS.com – Sistem operasi open source Linux terkenal aman dari…
Mentransformasi Security Operation Center, dari Pasif Jadi Jantung Ketahanan Bisnis
Liputan6.com, Jakarta – Seperti menara kontrol bandara yang terus mengawasi…
VIMANAMAIL Deteksi Metamorfosis Spam yang Semakin Menakutkan
JAKARTA – Narasi kejahatan siber global selalu sama, mengeksploitasi kelemahan…

