Bisnis.com, JAKARTA — Serangan malware, termasuk ransomware, dinilai akan terus membayangi industri sektor keuangan. Hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi penghambat masifnya serangan siber ke sektor kritikal tersebut. Adapun perputaran uang yang besar menjadi salah satu alasan utama peretas membanjiri sektor keuangan dengan serangan dan tidak akan berhenti.
Similar Posts
Ransomware AI Merajalela dan Penipuan Online Makin Sulit Dideteksi
Jakarta – Ancaman siber global memasuki fase baru yang jauh…
10.000 Orang Indonesia Tertipu Aplikasi FaceApp Palsu
KOMPAS.com — Aplikasi FaceApp kini kembali viral dan banyak dipakai…
Dari Upaya Awan Pintar-APJII Jaga Kedaulatan Digital Indonesia, Terdeteksi Hampir 2,5 Miliar Serangan Siber dari 10 Negara
Di tengah seringnya pemerintah kelabakan diserang kejahatan siber, terdapat setitik…
ESET Perkenalkan Vimanamail, Sang Penjaga Keamanan Gerbang E-mail
E-mail dirancang sedemikian terbuka untuk dapat diakses, pun memudahkan orang…
Waduh! Indonesia Disebut Jadi Sumber Malware Terbesar di 2025
Jakarta, PCplus – Indonesia resmi dicatat sebagai sumber malware terbesar…
AwanPintar Beber Alasan Peretas Lokal Lebih Berbahaya dari Hacker Global
Bisnis.com, JAKARTA — AwanPintar, platform intelijen keamanan siber, mengungkap pergeseran…

