Bisnis.com, JAKARTA — Serangan malware, termasuk ransomware, dinilai akan terus membayangi industri sektor keuangan. Hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi penghambat masifnya serangan siber ke sektor kritikal tersebut. Adapun perputaran uang yang besar menjadi salah satu alasan utama peretas membanjiri sektor keuangan dengan serangan dan tidak akan berhenti.
Similar Posts
Setelah Dua Tahun, ESET Perbarui Antivirus Bisnisnya
Jakarta, CNN Indonesia — Setelah dikembangkan selama dua tahun lebih,…
Segera Langsung Hapus 3 Aplikasi HP Android Ini, Bisa Kuras Rekening
Jakarta, CNBC Indonesia – Aplikasi tertentu ternyata bisa berbahaya bagi…
Waspada Ransomware Modern, dalam 6 Bulan Ada 347 Juta Serangan Siber di Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta – Ransomware masih menjadi salah satu ancaman yang…
WhatsApp uji fitur baru, penggunanya bisa kirim pesan tanpa ponsel – Bagaimana caranya?
Saat ini, aplikasi WhatsApp bergantung pada ponsel pengguna. Sehingga, jika…
Tips Teknologi: Hati-hati Bahaya WiFi Publik Saat Berlibur
TEMPO.CO, Jakarta – Layanan WiFi publik kini hampir dapat ditemukan…
Awas Ketipu, Video Deepfake Politisi dan Selebritas Kini Makin Mirip
Jakarta: Batas antara kenyataan dan rekayasa digital semakin kabur di…

